Languages⌄

Surah Al-A'raf

Terjemahan, Transliterasi, Tafsir - Dari [161-170] Ke
 
Ayat 161 dari 206

وَإِذۡ قِيلَ لَهُمُ ٱسۡكُنُواْ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةَ وَكُلُواْ مِنۡهَا حَيۡثُ شِئۡتُمۡ وَقُولُواْ حِطَّةٞ وَٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدٗا نَّغۡفِرۡ لَكُمۡ خَطِيٓـَٰٔتِكُمۡۚ سَنَزِيدُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Wa iz qeela lahumuskunoo haazihil qaryata wa kuloo minhaa haisu shi'tum wa qooloo hittatunw wadkhulul baaba sujjadan naghfir lakum khateee'aatikum; sanazeedul muhsineen
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
Ayat 162 dari 206

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡ قَوۡلًا غَيۡرَ ٱلَّذِي قِيلَ لَهُمۡ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِجۡزٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَظۡلِمُونَ

Fabaddalal lazeena zalamoo minhum qawlan ghairal lazee qeela lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzan minas samaaa'i bimaa kaanoo yazlimoon
Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka,346) maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
Ayat 163 dari 206

وَسۡـَٔلۡهُمۡ عَنِ ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِي كَانَتۡ حَاضِرَةَ ٱلۡبَحۡرِ إِذۡ يَعۡدُونَ فِي ٱلسَّبۡتِ إِذۡ تَأۡتِيهِمۡ حِيتَانُهُمۡ يَوۡمَ سَبۡتِهِمۡ شُرَّعٗا وَيَوۡمَ لَا يَسۡبِتُونَ لَا تَأۡتِيهِمۡۚ كَذَٰلِكَ نَبۡلُوهُم بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ

Was'alhum 'anil qaryatil latee kaanat haadiratal bahri iz ya'doona fis Sabti iz ta'teehim heetaanuhum yawma Sabtihim shurra'anw wa yawma laa yasbitoona laa ta'teehim; kazaalika nabloohum bimaa kaanoo yafsuqoon
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri347) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu,348) (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabtu ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
Ayat 164 dari 206

وَإِذۡ قَالَتۡ أُمَّةٞ مِّنۡهُمۡ لِمَ تَعِظُونَ قَوۡمًا ٱللَّهُ مُهۡلِكُهُمۡ أَوۡ مُعَذِّبُهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدٗاۖ قَالُواْ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ

Wa iz qaalat ummatum minhum lima ta'izoona qaw manil laahu muhlikuhum aw mu'azzibuhum 'azaaban shadeedan qaaloo ma'ziratan ilaa Rabbikum wa la'allahum yattaqoon
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar Kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu,349) dan agar mereka bertakwa."
Ayat 165 dari 206

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦٓ أَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ يَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذۡنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابِۭ بَـِٔيسِۭ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ

Falammaa nasoo maa zukkiroo bihee anjainal lazeena yanhawna 'anis sooo'i wa akhaznal lazeena zalamoo bi'azaabim ba'eesim bimaa kaanoo yafsuqoon
Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang yang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
Ayat 166 dari 206

فَلَمَّا عَتَوۡاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنۡهُ قُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

Falammaa 'ataw 'ammaa nuhoo 'anhu qulna lahum koonoo qiradatan khaasi'een
Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina."
Ayat 167 dari 206

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبۡعَثَنَّ عَلَيۡهِمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَن يَسُومُهُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ

Wa iz ta azzana Rabbuka la yab'asannna 'alaihim ilaa Yawmil Qiyaamati mai yasoomuhum sooo'al 'azaab; inna Rabbaka lasaree'ul 'iqaabi wa innahoo la Ghafoorur Raheem
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ayat 168 dari 206

وَقَطَّعۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أُمَمٗاۖ مِّنۡهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنۡهُمۡ دُونَ ذَٰلِكَۖ وَبَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

Wa qatta'naahum fil ardi umaman min humus saalihoona wa min hum doona zaalika wa balawnaahum bil hasanaati was saiyi'aati la'allahum yarji'oon
Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
Ayat 169 dari 206

فَخَلَفَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفٞ وَرِثُواْ ٱلۡكِتَٰبَ يَأۡخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلۡأَدۡنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغۡفَرُ لَنَا وَإِن يَأۡتِهِمۡ عَرَضٞ مِّثۡلُهُۥ يَأۡخُذُوهُۚ أَلَمۡ يُؤۡخَذۡ عَلَيۡهِم مِّيثَٰقُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّ وَدَرَسُواْ مَا فِيهِۗ وَٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Fakhalafa min ba'dihim khalfunw warisul Kitaaba ya'khuzoona 'arada haazal adnaa wa yaqooloona sayughfaru lanaa wa iny ya'tihim 'aradun misluhoo ya'khuzooh; alam yu'khaz 'alaihim meesaaqul Kitaabi an laa yaqooloo 'alal laahi illal haqqa wa darasoo maa feeh; wad Daarul Aakhirtu khairul lil lazeena yattaqoon; afalaa ta'qiloon
Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata,"Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?
Ayat 170 dari 206

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ

Wallazeena yumas sikoona bil Kitaabi wa aqaamus Salaata innaa laa nudeeu'ajral musliheen
Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.

Surah Al-Araf, named after the "heights" mentioned in verse 46, is a captivating and profound chapter of the Quran that captures the essence of the Meccan period during the time of revelation. This surah intricately recounts the stories of earlier prophets who faced rejection and denial from their communities, ultimately leading to their destruction as a consequence of their disbelief. These narratives not only serve as reassurance for Prophet Muhammad (ﷺ) but also act as a stark warning to his community about Allah’s impending torment should they persist in their path of disbelief.

Key Themes and Lessons

  1. Stories of the Prophets: The surah beautifully narrates the experiences of past prophets, emphasizing the importance of faith and obedience to Allah. It highlights the cyclical nature of divine guidance and the consequences of ignoring it.

  2. The Fall of Adam: Al-Araf includes an enthralling retelling of the temptation of Adam by Satan in Paradise, which led to their fall from grace. This account provides invaluable lessons for believers regarding vigilance against Satan's cunning whispers and constant temptations. It serves as a reminder for believers to remain steadfast in their faith and to actively guard themselves against deceptive influences along their spiritual journey.

  3. Descriptions of Paradise and Hellfire: The surah offers awe-inspiring imagery concerning Paradise and Hellfire, particularly in verses 36-53. Readers are vividly transported to realms beyond imagination, where eternal bliss awaits those who strive towards righteousness, while everlasting punishment looms over those who defiantly reject Allah’s guidance.

  4. Powerlessness of Idols: Throughout Al-Araf, the powerlessness of idols is emphasized. The surah highlights how those who worship these false deities are ultimately forsaken and powerless against divine punishment.

Other Names of Surah Al-Araf

Surah Al-Araf is known by several names, each reflecting different aspects of its content:

  • “Alif, Laam, Mim, Saad” (المص): The opening letters of the surah, found in verse 1 (7:1).
  • “Miqat”: Meaning appointed place or time, mentioned in verse 141 (7:141).
  • “Mithaq”: Meaning covenant, referenced in verse 172 (7:172).

Structure of Surah Al-Araf

Surah Al-Araf can be divided into five main parts:

  1. The Prophet and People's Duty: The importance of safeguarding the divine verses and rulings (verses 1-9).
  2. Satan’s Efforts: His attempts to dissuade people from acting upon God’s commands (verses 10-36).
  3. Other-worldly Punishment: The consequences for those who acted against divine rulings (verses 37-58).
  4. Worldly Punishment: The punishments faced in this world for transgressing divine commands (verses 59-174).
  5. The Prophet’s Duty: The responsibilities regarding transgressors and how to address their actions (verses 175-206).

Surah Al-Araf English Translation and Transliteration

In Surah Al-Araf you can read the translation of Ahmad Raza Khan who was a renowned scholar of the Islamic world and his translation book is known as Kanzul Imaan. You can read the transliteration of Surah Al-Araf which will help you to understand how to read the Arabic text. Apart from that, we have included a Word-By-Word English Translation of the Arabic text of Surah Al-Araf.

Surah Al-Araf English Tafsir/Tafseer (Commentry)

In Surah Al-Araf we have included two Tafseer (Commentary) in English. The first one is from Mufti Ahmad Yaar Khan who was a well-known scholar. In this tafsir, we have also included the most popular Tafsir Ibn-Kathir which is the most comprehensive tafsir available in the world. You can read both or any one of your choice.

Frequently Asked Questions

There are 206 verses / Ayat in Surah Al-Araf

Surah Al-Araf was revealed in Makkah

Surah Al-Araf can be found in Juz or Para 8-9

There are 24 Ruku in Surah Al-Araf

Surah number of Surah Al-Araf is 7

The meaning of Surah Al-Araf is The Heights, The Faculty of Discernment

You can find English Translation, Transliteration and Tafseer/Tafsir of Surah Al-Araf here at quranever.com. Here two tafseer are currently.One is Tafsir Ibn-Kathir and another one is Tafsir-e-Naeemi.

Dear bothers and sisters as a Sunni Muslim we cannot say any Translation and Tafseer was as long it conforms with the 4 school of thoughts. But here at quranever.com, we have included Tafsir Ibn-Kathir which is most comprehensive tafsir. Apart from that we have also included tafsir of Mufti Ahmad Yaar khan, Tafsir-e-Naeemi of Surah Al-Araf.

Sign up for Newsletter

Drag to move

Configure Reading

Customize your reading experience

Your preferences are saved automatically.
Mobile: drag the button directly to move it anywhere.
×

Download Our Quran App

For a faster and smoother experience,
install our mobile app now.

Download Now