Languages⌄

Surah Al-A'raf

Terjemahan, Transliterasi, Tafsir - Dari [31-40] Ke
 
Ayat 31 dari 206

۞يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

Yaa Banneee Adama khuzoo zeenatakum 'inda kulli masjidinw wa kuloo washraboo wa laa tusrifoo; innahoo laa yuhibbul musrifeen
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Ayat 32 dari 206

قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزۡقِۚ قُلۡ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا خَالِصَةٗ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ

Qul man harrama zeenat Allahil lateee akhraja li'ibaadihee wattaiyibaati minar rizq; qul hiya lillazeena aamanoo fil hayaatid dunyaa khaalisatany Yawmal Qiyaamah; kazaalika nufassilul Aayaati li qawminy ya'lamoon
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, "Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat.330) Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.
Ayat 33 dari 206

قُلۡ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلۡإِثۡمَ وَٱلۡبَغۡيَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَأَن تُشۡرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنٗا وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Qul innamaa harrama Rabbiyal fawaahisha maa zahara minhaa wa maa batana wal isma walbaghya bighairil haqqi wa an tushrikoo billaahi maa lam yunazzil bihee sultaananw wa an taqooloo 'alal laahi maa laa ta'lamoon
Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui."
Ayat 34 dari 206

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ

Wa likulli ummatin ajalun fa izaa jaaa'a ajaluhum laa yasta' khiroona saa'atanw wa laa yastaqdimoon
Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
Ayat 35 dari 206

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأۡتِيَنَّكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَقُصُّونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِي فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

Yaa Banee Aadama immaa ya'tiyannakum Rusulum minkum yaqussoona 'alaikum Aayaatee famanit taqaa wa aslaha falaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon
Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
Ayat 36 dari 206

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَآ أُوْلَـٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wastakbaroo 'an haaa ulaaa'ika Ashaabun naari hum feehaa khaalidoon
Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Ayat 37 dari 206

فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓۚ أُوْلَـٰٓئِكَ يَنَالُهُمۡ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوۡنَهُمۡ قَالُوٓاْ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ

Faman azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kaziban aw kazzaba bi Aayaatih; ulaaa'ika yanaaluhum naseebuhum minal Kitaab; hatta izaa jaaa'at hum rusulunaa yatawaf fawnahum qaalooo aina maa kuntum tad'oonaa min doonil laahi qaaloo dalloo 'annaa wa shahidoo 'alaaa anfusihim annahum kaanoo kaafireen
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata, Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?" Mereka (orang musyrik) menjawab, "Semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka memberikan kesaksian diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
Ayat 38 dari 206

قَالَ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ فِي ٱلنَّارِۖ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ

Qaalad khuloo feee umamin qad khalat min qablikum minal jinni wal insi fin naari kullamaa dakhalat ummatul la'anat ukhtahaa hattaaa izad daarakoo feehaa jamee'an qaalat ukhraahum li oolaahum Rabbannaa haaa u'laaa'i adalloonaa fa aatihim 'azaaban di'fam minan naari qaala likullin di'funw wa laakil laa ta'lamoon
Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, Mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
Ayat 39 dari 206

وَقَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلٖ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ

Wa qaalat oolaahum li ukhraahum famaa kaana lakum 'alainaa min fadlin fazooqul azaaba bimaa kuntum taksiboon
Dan orang-orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan," Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan."
Ayat 40 dari 206

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ

Innal lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wastakbaroo 'anhaa laa tufattahu lahum abwaabus samaaa'i wa laa yadkhuloonal jannata hattaa yalijal jamalu fee sammil khiyaat; wa kazaalika najzil mujrimeen
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka,331) dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum.332) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.

Surah Al-Araf, named after the "heights" mentioned in verse 46, is a captivating and profound chapter of the Quran that captures the essence of the Meccan period during the time of revelation. This surah intricately recounts the stories of earlier prophets who faced rejection and denial from their communities, ultimately leading to their destruction as a consequence of their disbelief. These narratives not only serve as reassurance for Prophet Muhammad (ﷺ) but also act as a stark warning to his community about Allah’s impending torment should they persist in their path of disbelief.

Key Themes and Lessons

  1. Stories of the Prophets: The surah beautifully narrates the experiences of past prophets, emphasizing the importance of faith and obedience to Allah. It highlights the cyclical nature of divine guidance and the consequences of ignoring it.

  2. The Fall of Adam: Al-Araf includes an enthralling retelling of the temptation of Adam by Satan in Paradise, which led to their fall from grace. This account provides invaluable lessons for believers regarding vigilance against Satan's cunning whispers and constant temptations. It serves as a reminder for believers to remain steadfast in their faith and to actively guard themselves against deceptive influences along their spiritual journey.

  3. Descriptions of Paradise and Hellfire: The surah offers awe-inspiring imagery concerning Paradise and Hellfire, particularly in verses 36-53. Readers are vividly transported to realms beyond imagination, where eternal bliss awaits those who strive towards righteousness, while everlasting punishment looms over those who defiantly reject Allah’s guidance.

  4. Powerlessness of Idols: Throughout Al-Araf, the powerlessness of idols is emphasized. The surah highlights how those who worship these false deities are ultimately forsaken and powerless against divine punishment.

Other Names of Surah Al-Araf

Surah Al-Araf is known by several names, each reflecting different aspects of its content:

  • “Alif, Laam, Mim, Saad” (المص): The opening letters of the surah, found in verse 1 (7:1).
  • “Miqat”: Meaning appointed place or time, mentioned in verse 141 (7:141).
  • “Mithaq”: Meaning covenant, referenced in verse 172 (7:172).

Structure of Surah Al-Araf

Surah Al-Araf can be divided into five main parts:

  1. The Prophet and People's Duty: The importance of safeguarding the divine verses and rulings (verses 1-9).
  2. Satan’s Efforts: His attempts to dissuade people from acting upon God’s commands (verses 10-36).
  3. Other-worldly Punishment: The consequences for those who acted against divine rulings (verses 37-58).
  4. Worldly Punishment: The punishments faced in this world for transgressing divine commands (verses 59-174).
  5. The Prophet’s Duty: The responsibilities regarding transgressors and how to address their actions (verses 175-206).

Surah Al-Araf English Translation and Transliteration

In Surah Al-Araf you can read the translation of Ahmad Raza Khan who was a renowned scholar of the Islamic world and his translation book is known as Kanzul Imaan. You can read the transliteration of Surah Al-Araf which will help you to understand how to read the Arabic text. Apart from that, we have included a Word-By-Word English Translation of the Arabic text of Surah Al-Araf.

Surah Al-Araf English Tafsir/Tafseer (Commentry)

In Surah Al-Araf we have included two Tafseer (Commentary) in English. The first one is from Mufti Ahmad Yaar Khan who was a well-known scholar. In this tafsir, we have also included the most popular Tafsir Ibn-Kathir which is the most comprehensive tafsir available in the world. You can read both or any one of your choice.

Frequently Asked Questions

There are 206 verses / Ayat in Surah Al-Araf

Surah Al-Araf was revealed in Makkah

Surah Al-Araf can be found in Juz or Para 8-9

There are 24 Ruku in Surah Al-Araf

Surah number of Surah Al-Araf is 7

The meaning of Surah Al-Araf is The Heights, The Faculty of Discernment

You can find English Translation, Transliteration and Tafseer/Tafsir of Surah Al-Araf here at quranever.com. Here two tafseer are currently.One is Tafsir Ibn-Kathir and another one is Tafsir-e-Naeemi.

Dear bothers and sisters as a Sunni Muslim we cannot say any Translation and Tafseer was as long it conforms with the 4 school of thoughts. But here at quranever.com, we have included Tafsir Ibn-Kathir which is most comprehensive tafsir. Apart from that we have also included tafsir of Mufti Ahmad Yaar khan, Tafsir-e-Naeemi of Surah Al-Araf.

Sign up for Newsletter

Drag to move

Configure Reading

Customize your reading experience

Your preferences are saved automatically.
Mobile: drag the button directly to move it anywhere.
×

Download Our Quran App

For a faster and smoother experience,
install our mobile app now.

Download Now